Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh, Selamat datang di website Bengkulu Aqiqah, Silahkan konsultasikan kepada kami perihal Aqiqah putra-putri anda melalui Line SMS atau Telpon di 0857-9181-7595

Friday, August 30, 2019

Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)


Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)
Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)Islam adalah agama sempurna yang meliputi segala aspek yang mengatur kehidupan manusia. Oleh sebab itu, Islam pun mengajarkan dan membimbing kepada umatnya tentang tata cara menyemblih hewan untuk acara aqiqah. Sepatutnya bagi keluarga Muslim yang hendak me-laksanakan syariat aqiqah agar memperhatikan adab-adab menyembelih hewan aqiqah sebagai berikut:  

1. Haram menyembelih untuk selain Alloh . Rosululloh   bersabda: “Alloh melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya, Alloh melaknat orang yang me-nyembelih untuk selain Alloh dan Alloh melak-nat orang yang melindungi pelaku kejahatan dan Alloh melaknat orang yang merubah batas-batas tanah.” (HR. Muslim) 
2. Berlaku kasih sayang pada kambing.  Dari Qurrah bin Iyyas al-Muzani  , ia berkata:  “Bahwa ada seorang lelaki berkata, ‘Wahai Rosulul-loh, sesungguhnya aku berlaku kasih sayang kepada kambing jika aku menyembelihnya.”, maka beliau bersabda:  “Jika engkau berlaku kasih sayang kepadanya, maka Alloh merahmatimu.” (HR. al-Bukhari, al-Hakim dan ath-Thabrani) 
3. Berbuat baik (ihsan) ketika menyembelih, yaitu de-ngan melakukan beberapa perkara berikut: 
  • Menajamkan pisau. Dari Syaddad bin Aus  , ia berkata: “Dua hal yang aku hafal dari Nabi  , bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Alloh mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kalian membunuh,  maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian mena-jamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.”  (HR. Muslim) 
  • Menjauh dari penglihatan kambing ketika menajam-kan pisaunya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas , ada seorang laki-laki yang telah merebahkan kambing yang akan disembelihnya, sementara ia sedang menajamkan pisaunya. Melihat hal itu, Nabi  berkata kepadanya, “Apakah engkau ingin membuatnya mati berkali-kali? Mengapa engkau tidak menajamkan pi-saumu itu sebelum engkau merebahkannya?” (HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ‘Abdul Razzaq) 
  • Menggiring kambing ke tempat penyembelihan de-ngan cara yang baik. Ibnu Sirin    mengatakan bahwa ‘Umar   melihat seseorang menyeret kambing untuk disembelih lalu me-mukulnya dengan pecut, maka ‘Umar    berkata, “Giring hewan ini kepada kematiannya dengan cara yang baik.” 
  • Merebahkan hewan sembelihan. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah  , bahwa Nabi  memerintahkan untuk membawa dua ekor kambing kibas yang bertanduk, hitam kakinya, hitam perut dan matanya. Lalu beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawalah pisau.”. Kemudian beliau berkata, “Asahlah dengan batu.”. ‘Aisyah pun melakukannya, lalu beliau mengambilnya dan mengambil kambing kibas itu, lalu merebahkannya, lantas menyembelihnya.  an-Nawawi   berkata:  “Hadits ini menunjukkan sunnahnya membaringkan kambing ketika akan disembelih dan tidak boleh disem-belih dalam keadaan berdiri atau berlutut tetapi dalam keadaan berbaring karena lebih mudah bagi kambing tersebut. Hadits hadits yang ada menuntunkan demi-kian dan juga berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Ulama pun sepakat bahwa hewan yang akan disembelih dibaringkan pada sisi kirinya karena cara ini lebih mu-dah bagi orang yang menyembelih dalam mengambil pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan dengan tangan kiri.” 
  • Tempat (bagian) tubuh yang disembelih. Ibnu ‘Abbas   berkata: “Penyembelihan dilakukan di sekitar kerongkongan dan labah (lekukan di atas dada).” (HR. ‘Abdul Raz-zaq) 
4. Menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat. Ibnu ‘Umar   berkata: “Jika menyembelih hewan kurbannya dengan ta-ngannya, maka ia membariskannya dalam keadaan berdiri dan menghadapkannya ke kiblat, kemudian ia makan dan memberi makan.” 
5. Meletakkan telapak kaki pada leher sembelihan. Diriwayatkan dari Anas  , ia berkata: “Rosululloh   menyembelih dua ekor kambing ki-bas yang berwarna putih. Aku melihat beliau mele-takkan kakinya pada leher kambing tersebut. Beliau menyebut nama Alloh, bertakbir dan menyembe-lihnya dengan tangannya.” (HR. al-Bukhari) 
6. Tasmiyah (mengucapkan bismillah). Berdasarkan firman Alloh  :  “Dan janganlah kalian memakan binatang-bina-tang yang tidak disebut nama Alloh ketika me-nyembelihnya....” (QS. al-An’am [6]: 121)  Dan hadits Anas bin Malik   berkata, “Rosululloh menyembelih ewan kurban dengan dua domba jantan.... beliau mengucapkan basmalah dan bertakbir.” Dalam riwayat Muslim, “Beliau mengucapkan Bismillah wal-lahu Akbar.” Siapa yang lupa untuk mengucap basmalah, maka tidak apa-apa. Ibnu ‘Abbas   pernah ditanya tentang orang yang lupa bertasmiyah, maka jawabannya, “Tidak apa-apa.” (HR. Malik, dishahihkan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bārī) 
7. Tidak boleh menggunakan tulang dan kuku sebagai alat menyembelih. Rosululloh   bersabda: “Apa yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Alloh ketika menyembelihnya, maka ma-kanlah selama tidak disembelih dengan gigi dan kuku. Adapun gigi adalah tulang, sedangkan kuku adalah pisau orang-orang Habasyah.” (HR. al-Bukhari)

Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)

0 komentar:

Post a Comment