Assalamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh, Selamat datang di website Bengkulu Aqiqah, Silahkan konsultasikan kepada kami perihal Aqiqah putra-putri anda melalui Line SMS atau Telpon di 0857-9181-7595

Friday, September 6, 2019

Nama Nama Yang dibolehkan Dalam Islam (Bengkulu Aqiqah)


Nama Nama Yang dibolehkan Dalam Islam (Bengkulu Aqiqah)
Nama Nama Yang dibolehkan Dalam Islam (Bengkulu Aqiqah)Sungguh sangat tragis! Masih banyak sekali kita jumpai pada zaman sekarang ini, orang tua Muslim yang mem-beri nama anak-anak mereka dengan nama-nama Barat. Mereka lebih senang, bahkan bangga memberi nama kepada anak-anak mereka dengan Philips, Franciscus, John, Yohanes, George, Michael, dan nama-nama orang Barat lainnya dibandingkan dengan nama Muhammad, Ahmad, ‘Abdullah, Abu Bakar, ‘Umar atau nama-nama Islami lainnya. Padahal, agama Islam adalah agama sempurna yang meliputi segala aspek kehidupan. Oleh sebab itu, Islam pun membimbing dan memberi petunjuk kepada umat-nya tentang etika dan adab memberi nama bagi buah hati tercinta dan tersayang. 

Berdasarkan hadits-hadits shahih, maka nama-nama  yang disunnahkan dalam ajaran agama Islam adalah se-bagai berikut: 
1. Disunnahkan memberi nama dengan ‘Abdulloh dan ‘Abdul Rahman. Kedua nama ini adalah nama yang terbaik. Sebab nama demikian yang paling dicintai dan disukai oleh Alloh  . Kedua nama ini juga menunjukkan sikap penghambaan (‘ubūdiyyah) yang merupakan hakikat kehidupan manusia. Rosululloh   bersabda: (( أَحَبُّ الأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ )) “Nama yang paling dicintai oleh Alloh, adalah ‘Abdulloh dan ‘Abdul Rahman.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain, shahih) 
2. Kemudian disunnahkan memberi nama yang me-ngandung penghambaan terhadap nama-nama Alloh  yang baik (al-asmā al-husnā). Berdasarkan hadits shahih di atas, maka para ulama menganjurkan memberikan nama bagi bayi dengan me-nyandarkan kata hamba kepada nama dari nama-nama Alloh  yang baik.  seperti ‘Abdul Ghaffar (hamba Dzat Yang Maha Pengampun), ‘Abdul Khaliq (hamba Dzat Yang Maha Pencipta), ‘Abdul Razzak (hamba Dzat Yang Maha pemberi Rezeki), ‘Abdul ‘Aziz (hamba Dzat Yang Maha Mulia), ‘Abdul Malik (hamba Dzat Yang Maha Menguasai) dan lain-lain. 
3. Memberikan nama dengan nama-nama Nabi dan para Rosul. Akhlak Nabi dan para Rosul adalah yang terbaik dan amal mereka adalah yang terbersih. Menamai dengan nama-nama mereka, maka akan senantiasa mengingat-kannya kepada mereka, sifat-sifat dan karakter mereka. Nabi Muhammad sendiri telah menamai putera be-liau  dengan nama moyangnya, yaitu Ibrahim . 4. Menamai anak dengan nama-nama orang shaleh dari kaum Muslimin. Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah  , dari Rosululloh   bahwa beliau bersabda: (( إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ )) “Sesungguhnya mereka biasa menamai (anak-anak mereka) dengan nama-nama para Nabi me-reka dan orang-orang shaleh yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim) Adapun penghulu orang-orang shalih dari umat ini adalah para sahabat. Karena itu, sepatutnya bagi kaum Muslimin memberi nama kepada anak laki-laki mereka dengan nama para sahabat, seperti Abu Bakar, ‘Ali, ‘Umar, ‘Utsman, Hanzhalah, Thalhah, Zubair, Salman, Mu’awi-yah dan lain-lain. Begitu pula saat memperoleh bayi perempuan, hendaknya mereka memberi nama dengan nama-nama para sahabiyah, seperti ‘Aisyah, Khadijah, Zainab, Khaulah, Shafiyyah, Asma’, dan lain-lain. 

Nama-Nama yang Diharamkan dalam Islam Syariat telah menunjukkan pengharaman memberikan nama pada anak dengan salah satu dari bentuk penama-an di bawah ini: 
1. Menamakan bayi dengan nama yang mengandung penghambaan kepada selain Alloh  . Kaum Muslimin telah sepakat bahwa diharamkan semua nama yang mengandung ‘ubūdiyyah (pengham-baan) kepada selain Alloh   seperti nama ‘Abdur Rosul (hamba Rosul), ‘Abdul Amir (hamba Amir), ‘Abdul Hu-sain (hamba Husain), ‘Abdus Syamsi (hamba matahari) dan lain-lain. 
2. Memberikan nama dengan salah satu nama dari nama-nama Alloh  . Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim menama-kan anaknya dengan suatu nama yang hanya khusus bagi Alloh , misalnya al-Ghaffar (Dzat Yang Maha Peng-ampun), al-Khaliq (Dzat Yang Maha Pencipta), ar-Razzaq (Dzat Yang Maha Pemberi Rizki), al-Ahad (Dzat Yang Maha Esa) dan lain-lain. 
3. Memberikan nama dengan nama-nama khusus orang-orang kafir. Ujian dan fitnah yang melanda kaum Muslimin de-wasa kini adalah menjadikan nama-nama orang kafir sebagai trend dan tradisi. Fitnah tersebut merajalela di komunitas masyarakat perkotaan (urban), bahkan akhir-akhir ini masyarakat pedesaan pun ikut taklid buta meng-ekor mereka. Di antara nama-nama khusus bagi orang kafir ada-lah Petrus, Georgius, George, Diana, Suzan dan lainnya. 
4. Memberi nama-nama dengan nama-nama berhala. Di antaranya adalah Latta, Uzza, Isaf, Mannat, Nai-lah, Hubal dan lain-lainnya.

Nama Nama Yang dibolehkan Dalam Islam (Bengkulu Aqiqah)

Friday, August 30, 2019

Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)


Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)
Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)Islam adalah agama sempurna yang meliputi segala aspek yang mengatur kehidupan manusia. Oleh sebab itu, Islam pun mengajarkan dan membimbing kepada umatnya tentang tata cara menyemblih hewan untuk acara aqiqah. Sepatutnya bagi keluarga Muslim yang hendak me-laksanakan syariat aqiqah agar memperhatikan adab-adab menyembelih hewan aqiqah sebagai berikut:  

1. Haram menyembelih untuk selain Alloh . Rosululloh   bersabda: “Alloh melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya, Alloh melaknat orang yang me-nyembelih untuk selain Alloh dan Alloh melak-nat orang yang melindungi pelaku kejahatan dan Alloh melaknat orang yang merubah batas-batas tanah.” (HR. Muslim) 
2. Berlaku kasih sayang pada kambing.  Dari Qurrah bin Iyyas al-Muzani  , ia berkata:  “Bahwa ada seorang lelaki berkata, ‘Wahai Rosulul-loh, sesungguhnya aku berlaku kasih sayang kepada kambing jika aku menyembelihnya.”, maka beliau bersabda:  “Jika engkau berlaku kasih sayang kepadanya, maka Alloh merahmatimu.” (HR. al-Bukhari, al-Hakim dan ath-Thabrani) 
3. Berbuat baik (ihsan) ketika menyembelih, yaitu de-ngan melakukan beberapa perkara berikut: 
  • Menajamkan pisau. Dari Syaddad bin Aus  , ia berkata: “Dua hal yang aku hafal dari Nabi  , bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Alloh mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kalian membunuh,  maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian mena-jamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.”  (HR. Muslim) 
  • Menjauh dari penglihatan kambing ketika menajam-kan pisaunya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu ‘Abbas , ada seorang laki-laki yang telah merebahkan kambing yang akan disembelihnya, sementara ia sedang menajamkan pisaunya. Melihat hal itu, Nabi  berkata kepadanya, “Apakah engkau ingin membuatnya mati berkali-kali? Mengapa engkau tidak menajamkan pi-saumu itu sebelum engkau merebahkannya?” (HR. al-Hakim, al-Baihaqi dan ‘Abdul Razzaq) 
  • Menggiring kambing ke tempat penyembelihan de-ngan cara yang baik. Ibnu Sirin    mengatakan bahwa ‘Umar   melihat seseorang menyeret kambing untuk disembelih lalu me-mukulnya dengan pecut, maka ‘Umar    berkata, “Giring hewan ini kepada kematiannya dengan cara yang baik.” 
  • Merebahkan hewan sembelihan. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah  , bahwa Nabi  memerintahkan untuk membawa dua ekor kambing kibas yang bertanduk, hitam kakinya, hitam perut dan matanya. Lalu beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawalah pisau.”. Kemudian beliau berkata, “Asahlah dengan batu.”. ‘Aisyah pun melakukannya, lalu beliau mengambilnya dan mengambil kambing kibas itu, lalu merebahkannya, lantas menyembelihnya.  an-Nawawi   berkata:  “Hadits ini menunjukkan sunnahnya membaringkan kambing ketika akan disembelih dan tidak boleh disem-belih dalam keadaan berdiri atau berlutut tetapi dalam keadaan berbaring karena lebih mudah bagi kambing tersebut. Hadits hadits yang ada menuntunkan demi-kian dan juga berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Ulama pun sepakat bahwa hewan yang akan disembelih dibaringkan pada sisi kirinya karena cara ini lebih mu-dah bagi orang yang menyembelih dalam mengambil pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan dengan tangan kiri.” 
  • Tempat (bagian) tubuh yang disembelih. Ibnu ‘Abbas   berkata: “Penyembelihan dilakukan di sekitar kerongkongan dan labah (lekukan di atas dada).” (HR. ‘Abdul Raz-zaq) 
4. Menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat. Ibnu ‘Umar   berkata: “Jika menyembelih hewan kurbannya dengan ta-ngannya, maka ia membariskannya dalam keadaan berdiri dan menghadapkannya ke kiblat, kemudian ia makan dan memberi makan.” 
5. Meletakkan telapak kaki pada leher sembelihan. Diriwayatkan dari Anas  , ia berkata: “Rosululloh   menyembelih dua ekor kambing ki-bas yang berwarna putih. Aku melihat beliau mele-takkan kakinya pada leher kambing tersebut. Beliau menyebut nama Alloh, bertakbir dan menyembe-lihnya dengan tangannya.” (HR. al-Bukhari) 
6. Tasmiyah (mengucapkan bismillah). Berdasarkan firman Alloh  :  “Dan janganlah kalian memakan binatang-bina-tang yang tidak disebut nama Alloh ketika me-nyembelihnya....” (QS. al-An’am [6]: 121)  Dan hadits Anas bin Malik   berkata, “Rosululloh menyembelih ewan kurban dengan dua domba jantan.... beliau mengucapkan basmalah dan bertakbir.” Dalam riwayat Muslim, “Beliau mengucapkan Bismillah wal-lahu Akbar.” Siapa yang lupa untuk mengucap basmalah, maka tidak apa-apa. Ibnu ‘Abbas   pernah ditanya tentang orang yang lupa bertasmiyah, maka jawabannya, “Tidak apa-apa.” (HR. Malik, dishahihkan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bārī) 
7. Tidak boleh menggunakan tulang dan kuku sebagai alat menyembelih. Rosululloh   bersabda: “Apa yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Alloh ketika menyembelihnya, maka ma-kanlah selama tidak disembelih dengan gigi dan kuku. Adapun gigi adalah tulang, sedangkan kuku adalah pisau orang-orang Habasyah.” (HR. al-Bukhari)

Adab Menyembelih Hewan Aqiqah (Bengkulu Aqiqah)

Sunday, August 25, 2019

Kurban atau Akikah dulu (Bengkulu Aqiqah)

Kurban atau Akikah dulu (Bengkulu Aqiqah) Pertanyaan, “Assalamu’alaikum Ustadz. Tahun ini insyaAllah saya akan kurban, tapi orang tua saya mengatakan bahwasanya saya belum diakikahi oleh orang tua. Menurut mereka hendaknya saya mendahulukan akikah terlebih dahulu. Bagaimana pandangan syariat mengenai hal ini?”
Andi (ibnXXXXXXXX@gmail.com)

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam

Akikah dan kurban, mana yang lebih didahulukan?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa akikah maupun kurban hukumnya sunah muakkad (yang sangat ditekankan). Disebutkan dalam riwayat Muslim dari sahabat Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره
“Apabila kalian melihat hilal bulan dzulhijah dan kalian hendak berkurban maka jangan menyentuh rambut dan kukunya.”
Kalimat: ‘hendak berkurban’ menunjukkan bahwa kurban hukumnya sunah dan tidak wajib.
Berdasarkan hal ini, yang terbaik adalah seseorang melaksanakan kedua sunah tersebut bersamaan. Karena keduanya dianjurkan untuk dilaksanakan. Jika tidak mampu melakukan keduanya dan waktu akikah berbeda di selain hari kurban, maka hendaknya mendahulukan yang lebih awal waktu pelaksanaannya. Akan tetapi jika akikahnya bertepatan dengan hari raya kurban, dan tidak mampu untuk menyembelih dua ekor kambing untuk akikah dan satunya untuk kurban, pendapat yang lebih kuat, sebaiknya mengambil pendapat ulama yang membolehkan menggabungkan akikah dan kurban. Allahu a’lam
Disadur dari: Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih, fatwa no. 44768


Kurban atau Akikah dulu (Bengkulu Aqiqah)

Tuesday, August 20, 2019

Anak Tidak di Aqiqah Tidak Dapat Memberikan Syafa'at Kepada Kedua Orang Tuanya ? (Bengkulu Aqiqah)

Anak Tidak di Aqiqah Tidak Dapat Memberikan Syafa'at Kepada Kedua Orang Tuanya ? (Bengkulu Aqiqah)
Anak Tidak di Aqiqah Tidak Dapat Memberikan Syafa'at Kepada Kedua Orang Tuanya ? (Bengkulu Aqiqah) - Banyak pertanyaan diatas yang dilontarkan kepada kami selaku penyedia layanan jasa aqiqah di bengkulu. Semoga Jawaban berikut bisa memberikan sedikit pemahaman tentang risalah aqiqah kepada para pembaca.
Mengenai Pertanyaan tersebut, bahwa Penetapan seperti itu tidaklah diperjelas dengan dalil, namun itu berdasarkan pemahaman dari sebagian ulama, ketika Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّي
“Setiap bayi tergadai dengan aqiqohnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”.
Maka diantara ulama ada yang memahami hadits tersebut dengan pemahaman bahwa itu berkaitan dengan syafa’at, maksudnya orang tua yang tidak melaksanakan aqiqoh anaknya, kemudian anak tersebut meninggal dunia waktu kecilnya maka dia tidak dapat memberikan syafa’at.
Dan ini hanyalah suatu pendapat yang tidak dikuatkan dengan dalil, sementara dalil lain menerangkan bahwa setiap anak yang meninggal dalam keadaan belum baligh maka dia akan menjadi pemberi syafa’at kepada kedua orang tuanya bila keduanya termasuk dari kalangan ahlu tauhid, tidak ada keterangan bahwa anak tersebut khusus yang sudah diaqiqohkan, bahkan ada dalil yang memperjelas bahwa keumuman untuk semua anak yang meninggal dalam keadaan belum baligh, bahkan janin sekalipun, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
(إِذَا ماتَ ولدُ العَبْدِ، قالَ اللهُ لمَلَائِكَتِهِ: قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: قَبَضْتُم ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: مَاْذَا قالَ عَبْدِيْ؟ فَيَقُولُونَ: حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ. فَيَقُولُ اللّهُ: ابْنُوا لِعَبْدِيْ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بيتَ الحَمْدِ)
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Alloh berkata kepada malaikat: Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?. Mereka menjawab: “Iya”. Alloh berkata lagi: Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?. Mereka menjawab: “Iya”. Alloh bertanya lagi: Apa yang diucapkan hamba-Ku?. Malaikat menjawab: Dia memuji-Mu dan mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Kemudian Alloh berkata: “Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah istana di surga, dan mereka menamainya dengan Baitul Hamdi (istana Al-Hamd)”. Dalam riwayat lain:
يقال لهم ادخلوا الجنة فيقولون حتى يدخل آباؤنا فيقال ادخلوا الجنة أنتم وآباؤكم
“Dikatakan kepada para anak (yang mati sebelum baligh itu), masuklah kalian ke dalam surga”. Maka para anak itu mengatakan: “(Kami tidak akan masuk) sampai orang tua kami masuk surga. Maka dikatakan: “Masuklah kalian ke dalam surga bersama orang tua kalian”.
Dari keterangan ini masuk pada keumuman anak-anak yang belum baligh, sama saja yang sudah diaqiqohkan atau pun yang belum, bahkan janin sekalipun masuk pada keumuman tersebut, dan kita ketahui bersama bahwa janin tidak diaqiqohkan sebagaimana bayi yang meninggal dibawa umur tujuh hari, An-Nawawiy Rohimahulloh berkata:
موتُ الواحدِ من الأولادِ حجابٌ منَ النار، وكذا السقطُ
“Kematian salah seorang dari anak adalah penghalang dari api neraka demikian pula janin yang keguguran”.
Dan perkataan beliau ini berdasarkan hadits yang layak untuk dijadikan hujjah, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
والذي نفسي بيده إن السقط ليجر أمه بسرره إلى الجنة إذا احتسبته
“Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan bersama ari-arinya apabila ibunya mengharap pahala dari Alloh (dengan musibah tersebut)”.
Anak Tidak di Aqiqah Tidak Dapat Memberikan Syafa'at Kepada Kedua Orang Tuanya ? (Bengkulu Aqiqah)

Thursday, August 15, 2019

Hukum Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan dan Pesta Nikah (Bengkulu Aqiqah)


Hukum Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan dan Pesta Nikah (Bengkulu Aqiqah)
Hukum Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan dan Pesta Nikah (Bengkulu Aqiqah)

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Aqiqah memang merupakan sunnah, rencananya calon istri sy akan aqiqah pada saat kami menikah, pertanyaannya:

1. Apakah boleh aqiqah saat menikah?
2. Ketika aqiqahnya saat menikah, apakah diperbolehkan masakan dagingnya disajikan sbg tambahan menu makanan saat prasmanan utk para tamu yg menghadiri akad / resepsi/ walimatul ursy
3. Bagaimana baiknya?

Terima kasih, semoga selalu mendapat berkah dan rahmah dari Allah, amin. 

JAWABAN

1. Boleh. Sebenarnya pertanyaan yang lebih tepat bukan soal aqiqah saat menikah atau tidak menikah tapi bolehkah aqiqah setelah baligh? Karena aqiqah umumnya itu dilakukan sebelum baligh, bahkan saat bayi. Dan jawabannya adalah boleh dan tetap sunnah aqiqah dilakukan saat usia dewasa. 

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 8/412, berkata:


قَالَ أَصْحَابُنَا: وَلَا تَفُوتُ بِتَأْخِيرِهَا عَنْ السَّبْعَةِ. لَكِنْ يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُؤَخِّرَ عَنْ سِنِّ الْبُلُوغِ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْبُوشَنْجِيُّ مِنْ أَئِمَّةِ أَصْحَابِنَا: إنْ لَمْ تُذْبَحْ فِي السَّابِعِ ذُبِحَتْ فِي الرَّابِعَ عَشَرَ، وَإِلَّا فَفِي الْحَادِي وَالْعِشْرِينَ، ثُمَّ هَكَذَا فِي الْأَسَابِيعِ. وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ أَنَّهُ إذَا تَكَرَّرَتْ السَّبْعَةُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَاتَ وَقْتُ الِاخْتِيَارِ. قَالَ الرَّافِعِيُّ: فَإِنْ أَخَّرَ حَتَّى بَلَغَ سَقَطَ حُكْمُهَا فِي حَقِّ غَيْرِ الْمَوْلُودِ. وَهُوَ مُخَيَّرٌ فِي الْعَقِيقَةِ عَنْ نَفْسِهِ قَالَ: وَاسْتَحْسَنَ الْقَفَّالُ وَالشَّاشِيُّ أَنْ يَفْعَلَهَا



Artinya: Ulama Syafi'iyah menyatakan: mengakhirkan aqiqah dari hari ketujuh tidak dianggap terlambat. Akan tetapi disunnahkan tidak mengakhirkannya sampai usia akil baligh. Abu Abdillah Al-Busyanji, salah satu ulama mazhab Syafi'i, berkata: Apabila aqiqah tidak dilakukan pada hari ketujuh maka dilakukan di hari ke-14, kalau tidak pada hari ke-21, demikian seterusnya kelipatan tujuh. Ada pendapat lain bahwa apabila tujuh berulang sampai tiga kali maka habislah masa memilih. Imam Rofi'i berkata: Apabila mengakhirkan aqiqah sampai akil baligh maka gugur hukum aqiqah bagi selain anak yang lahir. Ia boleh akikah untuk dirinya sendiri. Imam Rafi'i berkata: Al-Qoffal dan Al-Syasyi menganggap baik melakukannya (akikah untuk diri sendiri)

2. Masakan daging dari aqiqah boleh digunakan untuk apa saja dan diberikan kepada siapa saja. Baik dalam keadaan mentah atau matang, namun menyuguhkan dalam keadaan matang lebih disunnahkan. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 8/411, menyatakan: 


قال جمهور أصحابنا : يستحب أن لا يتصدق بلحمها نيئا بل يطبخه وذكر الماوردي أنا إذا قلنا بالمذهب : إنه لا تجزئ دون الجذعة والثنية وجب التصدق بلحمها نيئا . وكذا قال إمام الحرمين إن أوجبنا التصدق بمقدار من الأضحية والعقيقة وجب تمليكه نيئا ، والمذهب الأول ، وهو أنه يستحب طبخه . 



Artinya: Jumhur (mayoritas) ulama madzhab Syafi'i berpendapat sunnah tidak mensedekahkan dagingnya dalam keadaan mentah, tapi dimasak dulu. Menurut Al-Mawardi, wajib memberikan daging secara mentah. Imam Al-Haramain berpendapat serupa. Madzhab yang terpilih adalah yang pertama yakni sunnah memasak daging aqiqah. 

Tentang bolehnya daging aqiqah untuk dikonsumsi dalam acara walimah, Wahbah Zuhaily dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, hlm. 4/287, menyebutkan sejumlah pendapat ulama sbb:


حكم اللحم كالضحايا، يؤكل من لحمها، ويتصدق منه، ولا يباع شيء منها. ويسن طبخها، ويأكل منها أهل البيت وغيرهم في بيوتهم، وكره عند المالكية عملها وليمة يدعو الناس إليها. ويجوز عند المالكية: كسر عظامها، ولا يندب. وقال الشافعية والحنابلة:يجوز اتخاذ الوليمة، ولا يكره كسر العظام، إذ لم يثبت فيه نهي مقصود، بل هو خلاف الأولى، ويستحب أن تفصل أعضاؤها، ولا تكسر عظامها، تفاؤلاً بسلامة أعضاء المولود، لما روي عن عائشة، أنها قالت: «السنة شاتان مكافئتان عن الغلام، وعن الجارية شاة تطبخ جُدولاً



Artinya: Hukum daging aqiqah seperti halnya daging qurban boleh dimakan dagingnya (bila tidak berupa aqiqah wajib/nadzar) dan disedekahkan sebagiannya, jangan ada yang dijual, disunahkan memasak dagingnya dimakan sekeluarga dan lainnya dalam rumah. Menurut kalangan Malikiyyah makruh hukumnya menjadikan aqiqah sebagai bentuk walimah dengan mengundang orang menikmatinya namun menurut kalangan ini boleh memecah tulang-tulang binatang aqiqah tapi tidak disunahkan. Menurut kalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah boleh dijadikan walimah karena tidak terdapat dalil pelarangan tentangnya hanya saja hukumnya Khilaf Aula (menyalahi keutaman) tapi tulang hewan aqiqahnya jangan dipecah sebagai bentuk pengharapan baik atas keselamatan anggauta tubuh anak yang dilahirkan berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah ra “Yang sunah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama sedang anak perempuan seekor kambing dengan di masak per anggauta badan”

Hukum Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan dan Pesta Nikah (Bengkulu Aqiqah)


Biaya Usaha Kambing Akikah Tahap Awal (Bengkulu Aqiqah)

Biaya Usaha Kambing Akikah Tahap Awal (Bengkulu Aqiqah)

Biaya Usaha Kambing Akikah Tahap Awal (Bengkulu Aqiqah)Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang menguntungkan dalam waktu singkat jika dijadikan usaha. Kegiatan beternak kambing sudah biasa di lakukan oleh penduduk di jaman dahulu kala hingga saat ini khususnya di pedesaan. Namun kebanyakan skala usaha masih bersifat tradisional, rumahan, sampingan dan kecil-kecilan. Akan tetapi, saat ini ada sebagian pelaku usaha yang beternak kambing secara modern dan intensif hingga menghasilkan untung mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha beternak kambing jika ditekuni secara serius sangat menguntungkan. Selain untuk dijual sebagai hewan kurban pada hari raya idul adha, kambing pun bisa dijual untuk acara akikah dan konsumsi.
Analisa Usaha Kambing Aqiqah
Suatu hari adik tercinta hendak mengadakan acara akikah untuk anak semata wayang yang baru lahir dan hendak berumur tujuh hari. Karena ingin praktis dan tak mau repot dengan penyembelihan kambing aqiqah maka ia pun menggunakan jasa usaha pelayanan kambing akikah bernama Sahabat Aqiqah. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 5 juta untuk pembelian kambing kualitas A yang kemudian disembelih dan dijadikan sayur. Adik tercinta langsung menerima banyak sayur daging kambing dari pihak perusahaan jasa kambing akikah di kota.

Usaha ternak kambing akikah sangat marak di perkotaan. Di berbagai sudut kota dan perempatan jalan sangat mudah kita jumpai papan iklan maupun spanduk yang berisi penawaran jasa layanan kambing akikah. Hal ini tak terlepas pangsa pasar yang sangat besar dari bisnis ini. Dan berdasarkan wawancara penulis di lapangan hampir semua perusahaan penyedia jasa kambing akikah mengeruk keuntungan lumayan besar dari bisnis ini perbulannya. Disebabkan akikah merupakan salah satu kegiatan ibadah yang bersifat wajib bagi orang beragama Islam yang mempunyai anak sudah berumur satu minggu atau dua minggu dengan menyembelih hewan kambing sebanyak satu ekor bagi anak wanita dan dua ekor bagi anak laki-laki. 

Bisnis layanan kambing akikah bisa dikombinasikan dengan usaha sejenis seperti menyediakan hewan sapi kurban, domba kurban, kambing kurban, layanan domba akikah dan usaha kambing hajatan serta bisnis peternakan kambing. Sehingga keuntungan bisa berkali-kali lipat didapatkan oleh anda.

Kini bukan hanya di kota yang bisa ditemukan usaha penyediaan kambing akikah, di pedesaan terpencil pun sudah mulai marak usaha layanan kambing akikah plus katering. Namun tidak sebesar dan semarak sebagaimana di kota. Hal ini berkaitan dengan permintaan yang sangat besar terhadap kambing akikah yang setiap tahun meningkat. Dalam satu minggu mungkin ada dua rumahtangga yang akan mengadakan acara akikah di satu kampung. Dan itu merupakan pangsa pasar dari usaha kambing akikah.
Besarnya permintaan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim terhadap kambing akikah setiap tahun tak terlepas dari semakin tingginya tingkat kesadaran umat Islam untuk melaksanakan perintah-perintah Allah SWT secara kaffah atau menyeluruh seperti akikah. Hal ini didukung oleh mudahnya mengakses informasi mengenai cara pelaksanaan ibadah akikah yang mensyaratkan menyembelih hewan kambing akikah. Namun ada sebagian orang yang ingin simpel dan praktis, dari penyembelihan kambing hingga proses memasak dilakukan pihak usaha kambing akikah. Seperti yang dilakukan oleh adik tercinta. Dan ini banyak jumlahnya di Indonesia baik di perkotaan dan desa.

Atas kenyataan di atas, usaha penyediaan kambing akikah beserta kateringnya sangat menjanjikan untung besar. Keuntungan didapatkan dari penjualan kambing akikah dan usaha catering kambing akikah. Dan bisnis ini sangat cocok dan menguntungkan untuk dilakukan oleh para peternak kambing, sapi dan domba di Indonesia. Sehingga laba didapatkan bertambah besar bukan hanya dari usaha penjualan hewan ternak akikah tapi dari usaha katering akikah. Yang kadang keuntungannya lebih tinggi dari usaha penjualan kambing akikah.

Penulis melihat fakta saat ini di desa bahwa dalam satu pekan biasanya di satu kampung ada dua orang yang akan menyelenggarakan momentum akikah. Tentu hal ini memerlukan penyediaan kambing akikah. Dan kadang kambing akikah sulit didapat karena pasokan terbatas. Hal ini terjadi untuk wilayah pedesaan terpencil di sekitar penulis. Kalau di perkotaan temtu saja pangsa pasar lebih luas. Bahkan bisa saja terjadi penyediaan hewan ternak kambing akikah di kota maupun desa di Indonesia mengalami kehabisan stok. Yang membuat pemerintah bisa saja melakukan upaya impor tambahan bagi kambing dan domba akikah jika peternak lokal belum bisa memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang sangat besar terhadap kambing dan domba akikah.

Perhitungan Keuntungan Bisnis Kambing Aqiqah
Setelah melihat prospek yang sangat cerah dari bisnis kambing aqiqah bisa saja membuat anda langsung berminat untuk segera buka usaha kambing akikah di wilayah anda. Tapi tenang. Anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami seluk beluk alur usaha kambing akikah dari mulai pemilihan bibit kambing aqiqah, manajemen bisnis aqiqah, proposal usaha kambing aqiqah, modal usaha kambing aqiqah, cara memasarkan hewan kambing aqiqah, tips sukses usaha bisnis aqiqah menguntungkan dan lain sebagainya.

Bisnis layanan penyediaan kambing akikah mempunyai tujuan mulia yakni membantu umat muslim dalam menyediakan hewan kambing aqiqah untuk selanjutnya dijadikan hewan sembelihan dalam rangka memenuhi perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap anak adam tergadai dirinya di hadapan Allah SWT dan untuk menebusnya maka harus dilakukan ibadah akikah bagi bayi berumur tujuh hari.

Pangsa pasar bisnis kambing akikah masih sangat besar. Bukan hanya dari penyediaan kambing akikah tapi juga meliputi usaha kuliner. Misalkan warung sate kambing, rumah makan yang menyediakan menu sop buntut kambing maupun sate kambing, restoran yang menyajikan menu daging kambing, usaha kaki lima gerobak sate kambing, dan konsumen perorangan yang membutuhkan daging kambing. Selain itu, usaha penyediaan kambing akikah bisa dikembangkan lebih lanjut dengan membuka usaha pembibitan kambing dengan pangsa pasar para peternak kambing lainnya.      

Usaha pelayanan kambing akikah beserta peternakannya sangat cocok dijalankan di wilayah pedesaan. Karena daya dukung sumber daya alam sangat menunjang. Seperti pakan kambing berupa daun atau tumbuhan yang mudah didapatkan di desa. Kemudian lahan yang masih luas, suasana yang sejuk dan cocok bagi pertumbuhan hewan kambing dan lain sebagainya. Namun untuk pangsa pasar bukan hanya di desa sekitar tapi bisa juga sampai ke wilayah perkotaan.

Kenyataannya, permintaan yang sangat besar terhadap kambing aqiqah membuat beberapa peternak kambing kewalahan memenuhi permintaan pasar tersebut. Seperti yang dialami oleh salah seorang peternak kambing, domba dan sapi di desa penulis bernama Abah. Setiap minggu beberapa ekor kambing dan domba habis terjual karena permintaan pasar yang sangat tinggi untuk kebutuhan aqiqah dan kurban dari satu kecamatan. Belum lagi permintaan kambing aqiqah dari kecamatan lain yang belum terpenuhi dengan baik. Sehingga bisnis kambing aqiqah sangat menjanjikan dan menguntungkan.

Selain itu, permintaan yang sangat besar akan daging kambing di masyarakat Indonesia belum terpenuhi secara baik oleh para peternak kambing lokal di tanah air. Disebabkan beberapa kendala dan hambatan yang ada. Namun ini membuat peluang usaha ternak kambing untuk kepentingan acara akikah dan konsumsi di masyarakat sangat menjanjikan untung besar. Siapa saja bisa masuk dalam bisnis ini. Baik pengusaha kambing akikah pemula maupun yang telah lama berkecimpung dengan pasar terbuka luas selamanya.

Anda jangan pernah melihat usaha ternak kambing aqiqah sangat kotor dan pekerjaan kasar. Tapi lihatlah keuntungan yang bisa didapatkan sangat menggiurkan. Penulis mengetahui hal ini karena mertua penulis sendiri seorang peternak kambing. Ia memiliki kambing sebanyak 10 ekor, dua ekor sapi dan lima ekor domba. Peternakan hewan ternak tersebut didirikan di kebun samping rumah dengan bentuk kandang yang sederhana.

Suatu hari penulis mengadakan acara akikah untuk anak penulis berjenis laki-laki yang baru berusia satu minggu. Satu ekor kambing untuk ibadah akikah dibeli dari mertua. Dan satu ekor kambing dibeli dari masyarakat sekitar. Harga per ekor kambing saat itu mencapai Rp 2 juta. sekarang ini tentu lebih mahal lagi mengikuti laju inflasi.

Setelah selesai acara akikah, kemudian penulis membeli satu ekor anak kambing berjenis kelamin betina seharga Rp 500 ribu dari hasil acara akikah tersebut. Dan dalam waktu tiga tahun, satu ekor kambing betina itu telah beranak pinak hingga mencapai lima ekor kambing. Kalau dijual semuanya, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 10 juta ( Rp 2.000.000 x 5). Lihatlah betapa besarnya keuntungan dari bisnis ternak kambing akikah selama tiga tahun. Itu baru dilakukan secara kecil-kecilan dengan modal satu ekor kambing betina. Jika dijalankan secara serius dan profesional tentu keuntungan lebih besar dari itu dan bisa mengalahkan gaji karyawan swasta dan PNS.

Manajemen Bisnis Kambing Aqiqah
Namun untuk mengelola bisnis kambing akikah tidaklah mudah. Berikut ini beberapa hal yang harus anda lakukan untuk memulai bisnis beternak kambing aqiqah, antara lain:

▪ Pembuatan Kandang Kambing
Untuk membuat kandang ternak kambing bisa dilakukan menggunakan sisa-sisa kayu bekas atau dari bambu seadanya. Dengan atap genteng. Selain itu, kandang kambing secara rutin harus dibersihkan dari kotoran kambing supaya kambing tumbuh sehat dan terbebas dari kuman penyakit.  

▪ Memelihara Kambing Secara Telaten
Anda harus mampu merawat dan memelihara kambing secara baik. Setiap hari perlu diberikan makanan secara teratur dari pagi, siang dan sore. Anda pun harus mencari rumput dan daun bagi pakan kambing yang disebut ngarit oleh masyarakat desa. Akan tetapi semua kerja keras akan terbayar dengan keuntungan ternak kambing aqiqah yang fantastis.

▪ Promosi
Untuk promosi usaha penjualan kambing akikah bisa dilakukan secara offline maupun online. Misalkan memasang spanduk, membagikan brosur, promosi dari mulut ke mulut dan lain sebagainya. Selain itu bisa menggunakan media sosial untuk beriklan di media internet yang sangat efektif dan efisien.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha kambing akikah merupakan jenis bisnis sangat menjanjikan. Dikarenakan pangsa pasar yang sangat luas baik di kota maupun desa. Selain itu, tingkat persaingan usaha kambing akikah masih sangat longgar. Dimana tidak banyak orang yang mau menggeluti usaha beternak kambing akikah. Karena terkesan kotor, dipandang sebelah mata, usaha orang pinggiran wong deso, ribet dan kasar.

Namun bagi anda yang ingin memiliki kekayaan melimpah dan cepat kaya justeru bisnis beternak kambing akikah dan kateringnya merupakan pilihan usaha yang tepat di masa sekarang untuk meraih kemakmuran ekonomi. Asalkan usaha kambing aqiqah dijalankan secara benar dan intensif. Dijamin penghasilan tidak dapat dipandang enteng. Banyak orang kaya baru dan jutawan lahir dari bisnis ternak kambing aqiqah. Hal ini karenakan pangsa pasar yang sangat luas ketika momentum aqiqah bagi setiap rumahtangga dan pada saat idul adha sedangkan pasokan yang terbatas. Disebabkan masih minim jumlah peternak kambing aqiqah di Indonesia.

Rincian Biaya Modal Usaha Kambing Akikah Tahap Awal
Setelah menguraikan panjang lebar tentang keuntungan bisnis kambing aqiqah selanjutnya bagi anda yang tertarik membuka usaha kambing aqiqah mungkin bertanya-tanya berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kambing akikah? Berikut ini rincian biaya modal usaha kambing akikah dari tahap awal sampai berdiri, antara lain:

▪ Mental dan Pengetahuan yang Kuat
Namanya juga usaha. Pastinya anda akan mengalami berbagai hambatan dan kendala dalam usaha kambing aqiqah. Namun selama anda kerja keras, terus belajar, fokus dan pantang menyerah maka segala hambatan dan kendala tersebut akan terlampaui dengan baik. Justeru akan membuat semakin anda kuat dan cerdas dalam usaha ternak kambing aqiqah. Mental usaha yang baik akan membawa kesuksesan bisnis kambing aqiqah di tahap awal sampai akhir.

Seorang peternak kambing yang mau sukses dalam usaha kambing aqiqah maka ia harus menguasai cara merawat kambing yang benar dan baik hingga besar. Sehingga kambing tumbuh dengan baik, sehat dan maksimal. Dan mengetahui bagaimana cara mengelola usaha kambing akikah yang baik. Serta ia mesti mengetahui cara menjual atau cara memasarkan ternak kambing aqiqah supaya keuntungan dapat langsung dirasakan secara cepat dan lumayan besar. Hal ini bisa dipelajari dengan menimba ilmu di peternak kambing akikah yang sudah pengalaman atau mempelajari dari sumber informasi di buku peternakan, majalah dan internet.

▪ Pembelian Kambing
Sementara itu, saking luasnya bisnis kambing aiqah ini maka usaha beternak kambing aqiqah ada tiga jenis, antara lain:

1. Penggemukan kambing aqiqah. Untuk penggemukan kambing sangat mudah. Tugas anda membeli anak kambing yang kecil kemudian membebsarkan. Pendek kata tugas sobat hanyalah membesarkan kambing. Setelah kambing gemuk atau mencapai usia satu tahun lebih maka anda bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi dari harga beli awal. Biasanya penjualan kambing mengalami masa laku keras pada saat menjelang hari raya haji atau jelang idul kurban. 

2. Pembibitan kambing aqiqah. Pastikan anda membeli indukan kambing yang bagus untuk menghasilkan bibit kambing berkualitas baik. Berikut ini ciri-ciri indukan kambing yang mempunyai kualitas sangat baik, antara lain:

   a. Kambing dalam kondisi sehat

   b. Bulu halus, tak ada kutu dan tak ada luka maupun cacat pada binatang kambing

   c. Kambing mempunyai kaki yang sangat kuat dan kompak

   d. Kambing mempunyai daging yang besar. Hal ini bisa dilihat dengan cara memegang leher bagian belakang kambing.

3. Bisnis jual beli kambing aqiqah. Dimana anda sebagai perantara atau mediator. Sedangkan kambing milik sang penjual yang mencari pembeli.

Anda bisa menentukan jenis usaha kambing aqiqah yang sanggup dilakukan dengan sumber daya yang ada. Namun bisa juga dijalani semuanya asalkan memiliki keterampilan mumpuni dan modal yang memadai. Harga satu ekor kambing saat ini dikisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta.   

▪ Kandang Kambing Aqiqah
Untuk lokasi usaha ternak kambing aqiqah bisa dengan menyewa lahan milik orang lain maupun dengan mendirikan di atas tanah kosong milik sendiri. Alangkah baik jika menggunakan lahan milik sendiri sebagai lokasi kandang ternak kambing aqiqah. Untuk pembuatan kandang kambing memerlukan biaya sebesar Rp 2 juta.

▪ Biaya Transportasi
Apabila ada yang membeli kambing aqiqah maka anda bisa mengantarkan menggunakan mobil pick up terbuka agar sampai di tangan konsumen. Anda bisa menyewa mobil angkutan hewan ternak secara harian atau pun menggunakan mobil sendiri. Untuk harga sewa mobil trasnportasi sekitar Rp 100 ribu sekali pengiriman kambing.

Demikianlah uraian mengenai rincian biaya modal usaha kambing aqiqah tahap awal. Ternyata bisnis ternak kambing akikah bisa dimulai dengan modal kecil sekitar Rp 5 juta. Jika anda tidak mempunyai modal usaha sebesar itu maka anda bisa membuat proposal usaha kambing aqiqah dan menyebarkan kepada para anggota kerabat dan investor untuk mencari tambahan modal.


Biaya Usaha Kambing Akikah Tahap Awal (Bengkulu Aqiqah)

Monday, May 7, 2018

Apakah Aqiqah Harus Hari Ketujuh (Bengkulu Aqiqah)

Apakah Aqiqah Harus Hari Ketujuh (Bengkulu Aqiqah)
Apakah Aqiqah Harus Hari Ketujuh (Bengkulu Aqiqah)
Apakah Aqiqah Harus Hari Ketujuh (Bengkulu Aqiqah)Imam  Syafi’i berpendapat, bahwa penentuan hari ketujuh itu hanya lil ikhtiar (untuk pilihan) bukan litta’yin (untuk menentukan/memastikan).

Bila tidak mampu mengaqiqahi di hari ketujuh, maka masih boleh mengaqiqahi pada hari keempat belas/kedua puluh satu. Dan bila bayi ternyata meninggal sebelum hari ketujuh maka tidak perlu diaqiqahi. (HR. Ibnu Sunni)

Yang Disunahkan Pada Hari Aqiqah

Untuk anak laki-laki dua ekor kambing/domba, Karena Rasulullah mengaqiqahkan Al-hasan dengan dua ekor domba. Disunahkan agar bayi di beri nama pada hari itu dengan memilih nama yang terbaik, dicukur rambutnya lalu ditimbang kemudian di keluarkanlah sedekah berupa emas dan perak seberat rambutnya. Sabda rasulluah: “ setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, karena itu hendaklah disembelihkan untuk nya pada hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur rambut kepalanya”

Apakah Aqiqah Harus Hari Ketujuh (Bengkulu Aqiqah)

Tuesday, January 16, 2018

Apakah boleh berkurban dalam bentuk uang (Bengkulu Aqiqah)

Apakah boleh berkurban dalam bentuk uang (Bengkulu Aqiqah)
Apakah boleh berkurban dalam bentuk uang (Bengkulu Aqiqah)
Apakah boleh berkurban dalam bentuk uang (Bengkulu Aqiqah)Menyembelih hewan kurban adalah salah satu dari bentuk syi‟ar Allah SWT dan Sunnah

Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman dalam al-Qur‟an:

“Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari Ketakwaan hati”. (Qs. al-Hajj [22]: 32).

Umat Islam diperintahkan agar mengikuti perbuatan Rasulullah SAW sebagai suri
tauladan, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Qs. al-Ahzâb [33]: 21). Dan salah satu perbuatan Rasulullah SAW yang mesti diikuti adalah menyembelih hewan kurban.

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Mazhab Syafi‟i), berkurban itu lebih afdhal daripada bersedekah Sunnat, berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan masyhur tentang keutamaan berkurban dan karena dasar kewajiban melaksanakannya, berbeda dengan sedekah Sunnat. Juga karena berkurban itu adalah syi‟ar yang nyata”1. Meskipun boleh hukumnya bersedekah mengeluarkan uang seharga hewan kurban, akan tetapi berkurban tetap lebih afdhal, demikian disebutkan Imam Ahmad bin Hanbal secara nash2. Ibnu al-Musayyib berkata: “Saya lebih suka berkurban daripada bersedekah seratus Dirham”3.

Kesimpulannya, bersedekah mengeluarkan uang seharga hewan kurban itu hukumnya boleh. Namun lebih afdhal jika menyembelih hewan kurban. Akan tetapi dalam masalah ini perlu diperhatikan berbagai aspek; efisiensi, efektifitas, kondisi dan maslahat.

Apakah boleh berkurban dalam bentuk uang (Bengkulu Aqiqah)